• banner1
  • banner2

Selamat Datang di Web SMP Negeri 1 Badegan Ponorogo

Kontak Kami


SMP NEGERI 1 BADEGAN

NPSN : 20510763

Jl.Raya Ponorogo - Wonogiri No.2 Telp. (0352) 751228 Kec.Badegan Kab.Ponorogo


info@smpn1badegan.sch.id

TLP : (0352) 751228


          

Prestasi Siswa


JUARA 1 VOLI

JUARA 1 TURNAMEN BOLA VOLI SMERIZOM CUP II 2018



:: Selengkapnya

Video Terbaru

Photo Terbaru

MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS SISWA (PBAS)




MENGEMBANGKAN STRATEGI

PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS SISWA (PBAS)  

 

Oleh : Suyatno, S.Pd

Guru Matematika SMP Negeri 1 Badegan Ponorogo

 Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa (PBAS) dapat dipandang sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa menekankan kepada aktivitas sisiwa secara optimal, artinya pembelajaran menghendaki keseimbangan antara aktivitas fisik, mental, emosional, dan aktivitas intelektual. Pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa  juga menghendaki hasil belajar yang seimbang dan terpadu antara kemampuan intelektual (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik). Artinya, dalam pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa pembentukan siswa secara keseluruhan merupakan tujuan utama dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas  siswa ini  tidak menghendaki pembentukan siswa yang secara intelektual cerdas tanpa diimbangi olah sikap dan keterampilan.

Pendekatan pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa ini siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai sejumlah informasi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan informasi itu untuk kehidupannya. Dihubungkan dengan tujuan pendidikan nasional yang ingin dicapai yang bukan hanya membentuk manusia yang cerdas, akan tetapi juga yang lebih penting adalah membentuk manusia yang bertakwa dan memiliki keterampilan, memiliki sikap budi luhur, maka pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa merupakan pendekatan yang sangat cocok dikembangkan.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PBAS

Keberhasilan penerapan Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa  ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya :

  1. GURU

Dalam proses pembelajaran dalam kelas, guru merupakan ujung tombak yang menentukan keberhasilan  penerapan  PBAS, karena guru orang yang berhadapan langsung dengan siswa. Ada beberapa hal yang memengaruhi keberhasilan PBAS dipandang dari sudut guru, sikap profesionalitas guru, latar belakang pendidikan guru, dan pengalaman belajar mengajar.

  1. Kemampuan guru

Kemampuan guru merupakan faktor pertama yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dengan pendekatan PBAS. Guru yang memiliki kemampuan yang tinggi akan bersikap kreatif dan inovatif.  Mereka akan mencoba dan mencoba menerapkan berbagai penemuan baru yang dianggap lebih baik untuk membelajarkan sisiwa.  Kemampuan guru itu bukan hanya dalam tataran  desain  perencanaan pembelajaran. Dalam aspek perencanaan misalnya, guru dituntut untuk mampu mendesain perencanaan yang memungkinkan siswa secara terbuka dapat belajar sesuai minat dan bakatnya, seperti kemampuan menyusun dan menyajikan materi atau pengalaman belajar siswa, kemampuan untuk merancang desain pembelajaran yang tepat sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, kemampuan menentukan dan memanfaatkan media dan sumber belajar, serta kemampuan menentukan alat evaluasi yang tepat untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran. Kemampuan dalam proses pembelajaran berhubungan erat dengan bagaimana cara guru mengimplementasikan perencanaan pembelajaran, yang mencakup kemampuan menerapkan keterampilan dasar mengajar dan keterampilan mengembangkan berbagai model pembelajaran yang dianggap mutakhir.  Keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki, seperti keterampilan bertanya, keterampilan variasi stimulus, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan memberikan penguatan (reinforcement), dan lain sebagainya. Sedangkan keterampilan mengembangkan model pembelajaran contohnya mengembangkan model inkuiri, discovery learning, model keterampilan proses, model pembelajaran, metode klinis, dan sebagainya.

  1. Sikap profesional guru

Sikap profesional guru berhubungan dengan motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Guru yang profesional selamanya akan berusaha untuk mencapai hasil yang optimal. Ia tidak akan merasa puas dengan hasil yang telah dicapai. Oleh karena itu, ia akan selalu belajar untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kemampuan keterampilannya, misalnya dengan melacak berbagai sumber belajar melalui kegiatan membaca, mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah seperti  seminar, diskusi, simposium, diklat, webinar, dan lain-lain.

  1. Latar belakang pendidikan  dan pengalaman mengajar guru

Latar belakang pendidikan  dan pengalaman mengajar guru akan sangat berpengaruh terhadap implementasi PBAS. Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi, memungkinkan guru memiliki pandangan dan wawasan yang luas terhadap variabel-variabel pembelajaran seperti pemahaman tentang psikologi anak, pemahaman terhadap unsur lingkungan dan gaya belajar siswa, pemahaman tentang berbagai model dan metode pembelajaran. Demikian juga halnya dengan pengalaman mengajar. Guru yang telah mengalami jam terbang mengajar yang tinggi memungkinkan ia lebih mengenal berbagai hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran.

  1. SARANA PRASRANA BELAJAR

Keberhasilan implementasi pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa juga dapat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana belajar yang meliputi ruang kelas, setting tempat duduk siswa, media, dan sumber belajar.

  1. Ruang kelas

Kondisi ruang kelas merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penerapan pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa. Ruang kelas yang terlalu sempit misalnya, akan mempengaruhi kenyamanan siswa dalam belajar. Demikian juga dengan penataan kelas. Kelas yang tidak ditata dengan rapi, tanpa ada gambar yang menyegarkan, ventilasi yang kurang memadai, yang akan membuat siswa lelah dan tidak bergairah dalam belajar.

  1. Media dan sumber belajar

Pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa merupakan pendekatan yang menggunakan multimedia dan multimetode. Artinya, melalui pembelajaran tersebut siswa memungkinkan untuk belajar dari berbagai informasi secara mandiri, baik dari media grafis seperti buku, majalah, surat kabar, dan lain-lain. Dari media elektronik seperti radio, televisi, video, komputer dan sebagainya. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan pembelajaran ini akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan pemanfaatan media dan sumber belajar.

  1. LINGKUNGAN BELAJAR

Lingkungan belajar merupakan faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa (PBAS). Ada dua hal yang termasuk kedalam faktor lingkungan belajar, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. Lingkungan fisik meliputi keadaan dan kondisi sekolah, misalnya jumlah kelas, laboratorium, perpustakaan, kantin, kamar kecil yang tersedia ; serta dimana lokasi sekolah itu berada. Apabila sekolah terletak didekat terminal atau pasar yang bising, tentu akan memengaruhi kenyamanan anak dalam belajar. Lingkungan psikologis diantaranya iklim sosial yang ada di lingkungan sekolah itu. Sebagai contoh  keharmonisan hubungan antara guru dengan guru, antara guru dengan kepala sekolah, termasuk keharmonisan pihak sekolah dengan orang tua. Pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa merupakan pendekatan pembelajaran yang memerlukan usaha dari setiap orang yang terlibat. Oleh karena itu, tidak mungkin pembelajaran tersebut dapat diimplementasikan dengan sempurna manakala tidak terjadi hubungan yang baik antara semua pihak yang terlibat.

LANGKAH-LANGKAH PBAS

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan strategi pembelajaran berbasis aktivitas siswa adalah :

  1. Guru membuka kegiatan pembelajaran sebagai langkah awal pra pembelajaran dengan memberikan motivasi kepada siswa.
  2. Guru sedikit menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Kemudian siswa berdiskusi dan mencari sumber belajar dan alat pendukung yang berkaitan dengan kompetensi yang akan dicapai tersebut. Guru juga selalu memotivasi siswa untuk terus terlibat dan berpartisipasi dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Sehingga tidak hanya guru yang merumuskan tujuan pembelajaran, tetapi siswa juga ikut menentukan dan merumuskan tujuan pembelajaran.
  3. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan massalah tersebut ( menetapkan topic, tugas, jadwal dll).
  4. Guru dan siswa menyusun tugas-tugas belajar bersama-sama. Artinya, tugas-tugas apa yang sebaiknya dikerjakan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, tidak hanya ditentukan guru tetapi juga siswa. Hal ini dilakukan untuk memupuk tanggung jawab siswa. Biasanya manakala siswa terlibat dalam menentukan jenis  tugas dan batas akhir penyelesaiannya, siswa akan lebih bertangguung jawab untuk mengerjakannya
  5. Siswa mengumpulkan informasi yang sesuai masalah yang sedang didiskusikan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
  6. Guru mengawasi jalannya kegiatan pembelajaran dan membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan penyelesaian tugas dan membantu siswa berbagi tugas dengan temannya.

     7.  Guru memberikan penjelasan terhadap materi yang sedang dipelajari dan memotivasi siswa untuk mengajukan              pertanyaan sebagai partisipasi aktif siswa. Kemudian siswa bersama-sama dengan guru menarik kesimpulan dari            kegiatan pembelajaran tersebut.

Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan strategi Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa peserta didik menjadi subjek pembelajaran karena yang menjadi sasaran utama adalah aktivitas siswa dalam pembelajaran. Partisipasi atau aktivitas siswalah yang menjadi tolak ukur keberhasilan pembelajaran. Aktivitas siswa yang dimaksud bukan hanya aktivitas fisik, mental, namun juga termasuk aktivitas emosional dan intelektual sehingga aktivitas siswa tersebut berjalan secara optimal. Keseimbangan dan keterpaduan antara kemampuan intelektual (kognitif), sikap (afektif), dan  keterampilan (psikomotor) juga menjadi bagian yang penting. Guru hanya berperan sebagai penunjuk dan fasilitator dalam memanfaatkan sumber belajar.  Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa bertujuan untuk  membentuk siswa menjadi manusia yang kritis, kreatif, dan berkarakter.#

BIODATA PENGIRIM

NAMA                 : SUYATNO, S.Pd

UNIT KERJA      : SMP NEGERI  1 BADEGAN 

ALAMAT            : Jl  Raya Ponorogo – Wonogiri   No 2   Badegan

                          Kec. Badegan, Kab. Ponorogo

                           Jawa Timur. Kode Pos 63455

No HP                  : 085235052423

Email                    : yatna7117@yahoo.com

Nomor Rek. BRI  : 007001030149538

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : jasa angkut solo -  [pindahansolo@gmail.com]  Tanggal : 13/02/2021
jasa angkut solo http://www.jasasaya.com/jasaangkutsolo


   Kembali ke Atas