• banner1
  • banner2

Selamat Datang di Web SMP Negeri 1 Badegan Ponorogo

Kontak Kami


SMP NEGERI 1 BADEGAN

NPSN : 20510763

Jl.Raya Ponorogo - Wonogiri No.2 Telp. (0352) 751228 Kec.Badegan Kab.Ponorogo


info@smpn1badegan.sch.id

TLP : (0352) 751228


          

Prestasi Siswa


JUARA 1 MOCOPAT

JUARA 1 MACAPAT Tkt. KAB. PONOROGO



:: Selengkapnya

Video Terbaru

Photo Terbaru

CINTAI ALQUR’AN




CINTAI ALQUR’AN, MODAL KUAT SAAT DITERPA ISSU KIAMAT

Oleh : Drs. M. Maksum, M.S.I.

(Kepala SMPN 1 Badegan)

 

Delapan tahun  lalu pemberitaan  media massa tentang hari qiamat segera tiba demikian gencar. Issu tersebut  didasarkan pada ramalan suku maya. Walaupun tidak terbukti kebenaranya  . Belakangan ini akhir tahun 2020 berita serupa yang meprediksi akan terjadi Stunami 20 meter akan menerpa laut selatan pulau jawa. Melalui cenel You Tube banyak pemberitaan dengan berbagai versi diantaranya mengkaitkan dengan issu kiamat makin dekat. Jika tidak waspada maka kecemasan, kepanikan serta ketakutan akan menerpa siapa saja. Bagaimana sikap kita?

Jika anda taat beragama, tentu tidak serta merta mempercayainya atau menolaknya. Sikap arif menanggapi issu qiamat mungkin pada porsi yang wajar dan penuh makna. Dalam arti issu qiamat bakal terjadi dalam waktu  dekat, waktu sedang atau masih lama bolehlah memprediksi. Namun untuk masalah hari qiamat tentu kita kembalikan pada ajaran agama.

Sebagai Muslim tentu memahami bahwa hari qiamat sebagai bagian  indikator utama keimanan . Percaya kepada hari qiamat merupakan rukun Iman yang ke 5 dari 6 rukun iman yang ada. Kualitas keimanan muslim terhadap hari qiamat dapat dijadikan tolok  ukur  seberapa tingkat keyakinan, pemahaman dan implentasi dalam sikap hidup sehari-hari. Dalam Ajaran Islam Bumi dan alam semesta yang ditempati manusia tidak kekal dan berfungsi untuk menanam kebajikan ( amal sholeh ) yang kelak akan dinikmati hasilnya di ladang akherat. Ad-dunyaa Mazrongatul Akhiroti . dan pada saat yang ditentukan ( tentu hanya atas ijin Allah dan hanya Allah yang tahu)  bumi dan alam semesta akan berakhir. Proses kehancuran bumi dan alam semesta ini diyakini sebagai hari qiyamat.  Kedahsyatan hari qiamat dapat digambarkan sebagaimana dijelaskan Al Qur’an surat Al Zalzalah 1-8 ; (1) Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dasyat , (2) Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya), (3) dan manusia bertanya : ”Apa yang terjadi pada bumi ini?” (4) pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, (5) karena sesungguhnya Tuham-Mu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya, (6) pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatanya, (7) maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya), (8) Dan barang siapa mengerjakan  kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.

 Penjelasan Allah pada surat al zalzalah tersebut tidak menunjukkan kepastian waktu , namun tersurat  (ayat 5) kedatangan/kejadiannya menungggu  perintah Allah Swt . Kapan Allah memerintahkan? hanya Allah SWT  yang maha tahu lagi maha berkehendak. Maka menjadi kewajiban kita untuk memahami lebih jauh  tentang hakikat hari qiamat dan bagaimana menghadapinya sebagai bekal persiapan yang memang kedatanganya tanpa dapat diduga. Beberapa hal berikut mungkin dapat dipertimbangkan  untuk membekali diri kita.

 Pertama  Bekal Ilmu : Iman kepada hari Qiamat adalah masalah ghoib, untuk menjelaskan perlu referensi yang relevan . Disisi lain jika mencermati fenomena alam tentang peristiwa gempa yang menelan korban ratusan ribu jiwa, banjir bandang,  tanah  longsor , kematian massal, fenomena nabi palsu , boikot terhadap Iraq, invasi barat ke Afganistan dan Iraq, perang Azerbaisan dengan Armenia,  juga gejala alam  lainya, mungkin menjadi renungan ada apa dengan bumi kita ? Mungkinkah zaman ini akan berakhir? Atau setidaknya kita sudah memasuki zaman akhir? Apa tanda -tandanya zaman akhir atau akhir zaman ? Adakah  relevansinya realitas fenomena alam  saat ini dengan tanda - tanda akhir zaman ? atau pertanyaan –pertanyaan lain terkait akhir zaman? Tentu butuh  alternatif  jawaban yang bisa dipertanggung jawabkan.

 Barangkali beberapa karya tulis berikut dapat dipertimbangkan sebagai acuan keilmuan menguak misteri akhir zaman dan berbagai fitnah yang mengiringinya dan didasari ayat- ayat Al Qur’an, yaitu :  1) ”Umur umat Islam dan huru hara akhir zaman” karya Amin Muhammad Jamaluddin; 2)” Dajjal akan muncul dari segitiga bermuda dan Imam Mahdi sang penakluk Dajjal”  karyaMuhammad Isa Dawud; 3) ”Tanda-tanda kiamat (’Asyratus Sa’ah)” karya Syaikh Yusuf Al Wabil; 4) ” Tanda-tanda kiamat ” karya Mahmud Rajab Al Hamadi; 5) ” Genderang Kiamat” karya Dr. Abdul Adzim Badawi; 6) ” Ensiklopedi Kiamat ” karya Syaikh Sulaiman Asyqar; 7) ” Dajjal dan nabi Isa ( Qisshshatu  Al Masih Ad-Dajjal wa Nuzulu Isa AS Wa Qatlihi Iyyahu   ) ”  karyaSyaikh Muhaddits Nashiruddin Al-Abani; 8) ”Peristiwa-peristiwa dasyat Akhir Zaman ” karya Sai’d Abdul Adzim; 9) ”Tanda- tanda kiamat”  karya Harun Yahya; 10) ” Kiamat mendekat”  karya Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani; 11) ”Almahdi ” karya orientalis A.J. Quinnell ; 12) ”Armagedddon, peperangan Akhir Zaman ” karya Wisnu Sasongko; 12) ”Inilah hari pembalasan- KIAMAT” karya Muhammad Abdai Rathomy, (13) ”Kiamat diambang pintu” karya Aslam Karsosurejo; 14) ”Petaka Akhir Zaman” serta “Dajjal ‘sudah’ muncul dari Khurasan” keduanya karya Abu Fatiah Al-Adnani.

 Karya-karya tersebut di tulis pada era mulai  1990-an hingga awal abad 21  ( Abu Fatiah Al-Adnani ; 2008;16) dan  menjadi buku yang masuk kategori  “ laris “ diburu para pembaca. Mungkin dari beberapa buku tersebut diatas dapat diperoleh informasi akurat sehingga sebagai insan tentu wajar dapat memenuhi kebutuhan “ rasa ingin tahu “ yang selama ini informasi tentang fenomena hari kiamat   jarang didapat. Apalagi sebagai orang beriman , peningkatan pemahaman  tentang hari kiamat yang akurat dapat dijadikan bekal meningkatkan rasa keimanan .

 Kedua , bekal Iman. Kompleksitas permasalahan yang terjadi pada ummat manusia di muka ini tampaknya makin meningkat. Hal ini bisa kita amati pada beberapa aspek kehidupan seperti masalah pekerjaan, pengangguran, sandang , pangan, perumahan, pendidikan, kesehatan dan perubahan iklim yang berdampak pada pola cuaca yang tidak menentu dan bisa mendatangkan resiko musibah yang tak terduga. Sementara itu kemampuan manusia untuk menemukan solusi tidak sebanding dengan hasil yang diharapkan. Apalagi fenomena akhir zaman dengan berbagai fitnah yang mengiringinya perlu mendapatkan perhatian serius semua pihak utamanya diri setiap pribadi. Keimanan seseorang akan mendapatkan ujian  berat , apakah dengan kondisi akhir zaman manusia selalu konsisten/istiqomah mempertahankan keimanannya? Bagaimana yang imannya lemah ?. Bagamana pula yang  imannya sedang dan yang imannya kuat sekalipun ?

 Kondisi iman seseorang pada akhir zaman dapat digambarkan begitu labil, mudah goyah  dan sasaranya beragam tidak pandang bulu. Abu Fatiah Al Adnani mengutip hadits Rosululloh ( dari musnad Ahmad 4:408 yang juga dishahihkan Al – Albani dalam Shahih Al-Jami’ush Shaghir 2: 193, hadits nomor 2045)  tentang gambaran Iman  seseorang diakhir zaman sebagai berikut : “ Sesungguhnya sebelum terjadinya hari kiamat, akan timbul berbagai fitnah bagaikan sepotong malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seseorang masih beriman, tetapi pada sore harinya telah menjadi kafir. Pada sore harinya beriman, tetapi pagi harinya telah kafir. Pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Karena itu pecahkanlah kekerasanmu , potonglah tali busurmu, dan pukulkanlah pedangmu ke batu  ( yakni jangan kamu gunakan untuk memukul atau  membunuh manusia ). Jika salah seorang di antara kamu terlibat dalam urusan (fitnah) itu, maka hendaklah ia bersikap seperti dari dua orang putra Adam ( yakni bersikap seperti Habil, jangan seperti Qabil), (2008 ; 40).

 

Iman seseorang akan diuji pula  ketika tanda hari kiamat semakin dekat yaitu  banyaknya fitnah besar yang menyebabkan tercampurnya antara hak dan batil. Saat itu iman manusia mudah tergoncang dan berubah setiap waktu  bahkan ia mudah menjual agamanya (2008; 41). Abu Fatian Al- Adnani menjelaskan lebih rinci kelompok ini di dominasi oleh orang-orang awam, Islam abangan, Islam KTP dan semisal . Ciri-ciri dari mereka ialah kaum muslimin yang sangat malas belajar dan mengkaji kitabullah. Tujuan hidup mereka adalah menikmati dunia dan mencari kepuasan materi. Mereka adalah kaum hedonis yang seluruh waktunya tersita untuk memburu dunia, sehingga tiada waktu yang tersisa untuk mengetahui masalah-masalah penting bagi akhiratnya. Kelompok ini bukan hanya terjadi pada orang-orang kaya materialis, yang suka menghambur-hamburkan harta, foya-foya dan menghabiskan semua yang dimilikinya untuk menggapai dunia, akan tetapi kaum fakir dan miskin yang bodohpun banyak masuk didalamnya. Jika orang kaya itu masuk dalam golongan ini karena kesibukan mereka dengan harta benda mereka, maka orang orang miskin tergolong ke dalam kelompok ini karena waktu mereka sehari-hari habis untuk mengais rizki sekedar untuk bertahan hidup. (2008;42).

Ujian iman super berat bagi seseorang  dibanding dengan ujian fitnah-fitnah lain dan paling banyak disebut Rosulullah SAW  ketika  tanda dekatnya hari kiamat yaitu Fitnah Dajjal.  Rosulullah SAW bersabda : “ Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ni semenjak Allah menciptakan keturunan adam ( dan tidak ada fitnah sehingga hari kiamat tiba ) yang lebih besar dari fitnah Dajjal . Sesungguhnya  Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan telah memperingatkan kaumnya akan fitnah Dajjal “ ( 2008;51) . Untuk lebih jelas dapat kita simak apa yang dikatakan oleh Syaikh Abu ‘Ubayyah dalam mengomentari hadist-hadits yang berkenaan dengan masalah Dajjal ( 2008;52) sebagai berikut : “ Apakah manusia sebanyak itu akan mampu menghadapi fitnah yang besar ini ? Dia (Dajjal) mematikan, kemudian menghidupkan dihadapan orang banyak, dan kata-katanya didengar orang. Kemudian Allah membenamkan hamba-hamba-Nya ini kedalam nereka Jahannam karena mereka terfitnah olehnya. Sesungguhnya Allah Maha lemah lembut dan maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya, sehinga tidak mungkin menguji mereka dengan cobaan yang tak dapat dihadapi kecuali oleh orang yang diberi kekuatan iman dan kekuatan akidah yang tiada terbatas, sedangkan Dajjal itu lebih mudah diberi kekuasaan Oleh Allah terhadap makhlukNya dan diberi-Nya senjata-senjata  yang membahayakan dan menggoncangkan aqidah dan agama dalam hati manusia di alam semesta ?”.

Menghadapi  fitnah akhir zaman yang bertubi-tubi sebagaimana tersebut diatas merupakan ujian Iman yang tidak ringan bagi seseorang. Iman menjadi kata kunci dan harga mati yang tidak bisa ditawar. Jika iman seseorang terjaga , maka hidup mulia disisiNya namun sebaliknya jika iman seseorang goyah dan terperdaya maka neraka Jahannam akibatnya. Sungguh sebuah  gambaran konsekwensi yang mengerikan dan tidak dikehendaki siapa saja.  Yang dibutuhkan adalah Iman yang kokoh yang menghunjam ke dalam sanubari serta ketulusan hati yang ihlas  menghamba hanya kepada Allah SWT. sempurna kesempurnaannya tanpa menyekutukan sesuatu bagiNya menjadi hal mendesak untuk terus diupayakan.

Ketiga , bekal Amal. Kepastian datangnya hari kiamat tidak bisa disanksikan , namun kepastian waktu hari “H”nya merupakan masalah ghoib dan menjadi hak Alloh Swt. Dengan kerahasiaan waktu itu memberi peluang kepada manusia untuk selalu siap membekali diri jika sewaktu-waktu hari pembalasan yang dijanjikan tiba . Senyampang pintu taubat masih terbuka , kesempatan yang ada semestinya diupayakan untuk  amal sholekh. Sebagaimana diisyaratkan oleh Rosulullah SAW agar senantiasa menyiapkan bekal akhirat seakan-akan kita mati besuk, “ Beramalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya dan beramalah untuk negeri akheratmu seakan-akan engkau mati besuk “.  Kita memang tidak tahu kapan datangnya ajal, dan tidak pula tahu kapan datangnya hari  kiamat karena memang tidak diberi kemampuan  dan menjadi kewenangan Robbul Izzati, beruntunglah kita karena  Rosulullah SAW melalui hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh memberikan informasi tegas  : “Ada tiga perkara yang apabila terjadi, maka tidaklah bermanfaat iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau belum mengusahakan kebaikan dalam imannya ; yaitu terbitnya matahari dari barat, Dajjal dan keluarnya binatang dari dalam bumi”. (2008 ; 15) . Tiga hal tersebut menjadi pembatas tertutupnya pintu tobat. Atau boleh jadi  tanda-tanda kiamat sudah amat dekat.

Maka “ beramal sholeh” menjadi tumpuan harapan agar kelak dapat membantu meringankan kita di Yaumul Hisab. Ainur Rofiq ( 2010;20) memberikan beberapa kiat beramal agar terhindar dari kehinaan sebagai berikut : (1) konsisten  memelihara dan meningkatkan iman dan ilmu, (2) membuktikan iman dengan almal saleh, (3) Istiqomah dalam beribadah ( wajib dan sunnah /penulis) terutama sholat malam, (4) Berahlaq mulia dengan cara : a) Islahun nafsi yaitu , memperbaiki diri secara lahir dan batin agar mencapai kehidupan bahagia didunia dan selamat di akherat, b)Islahul bait, yaitu memperbaiki rumah tangga agar tercipta lingkungan yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan fisik dan psikologis anak , suasana sakinah, mawaddah warohmah, c) Islahul qaryah, yaitu memperbaiki lingkungan pemukiman agar lahir perkampungan yang diberkati Allah ta’ala , bersinergi dalam ketaqwaan dan kebaikan , d) Islahul ummul quro waman haulaha, yaitu memperbaiki Kabupaten dan Propinsi agar menjadi kota yang memakmurkan, mensejahterakan dan memartabatkan, e) Islahul hukumah , yaitu memperbaiki pemerintahan yang ada agar menjadi negeri yang aman, jauh dari menyembah berhala yang abstrak dan konkrit (harta, tahta wanita, hawa nafsu dan setan) serta tidak tergelincir dengan godaan kursi, nasi dan komisi, (f) Islahul buldan , yaitu memperbaiki negara agar lahir negara-negara yang makmur penuh ampunanNya  (g) Islahul ‘alam , yaitu, memperbaiki penduduk dunia agar tidak terjadi fitnah dan teakhir (5) Teladan kemuliaan.

 

Terkait dengan berita akhir zaman adalah hadits tentang banyak orong-orang jahat yang akan diangkat sebagai pemimpin, ilmu dituntut dari orang-orang  bodoh dan merajalelanya kemaksiatan . Maka pesan Rosululloh SAW yang dikutip Abu Fatiah Al-Adnani (2008;27) menghimbau  agar setiap mukmin yang menyadari betul akan hakekat itu tentu ia akan berhati-hati dalam menuntut ilmu , berhati-hati dalam memilih pemimpin hidup dan berhati-hati dalam setiap tindakan dan perbuatan sesuai dasar ilmu yang benar. Demikian juga jika datang suatu masa dimana orang-orang  yang berpegang teguh dengan agamanya bagai menggenggam suatu bara api panas. Jika ia buang maka bara itu akan padam , namun jika ia tetap genggam  maka tanganya akan terbakar. Maka Rosulullah SAW berpesan agar setiap Muslim tetap istiqomah dalam menghadapi setiap gelombang fitnah.

Barangkali diakhir tulisan ini  penjelasan Abu Fatiah Al-Adnani  (2008;69) untuk menghadapi fitnah Dajjal perlu direnungkan sebagai berikut : “ Setiap rasul yang diutus telah memberikan peringatan  kepada kaumnya akan bahaya Dajjal. Namun peringatan Rosulullah SAW  kepada ummat Islam adalah peringatan yang tidak pernah disampaikan oleh para nabi sebelumnya. Barangkali Rosululloh SAW sendiri yakin bahwa umatnyalah yang akan menghadapi fitnah Dajjal sebab umat Islam adalah umat terakhir yang akan menghadapi huru hara akhir zaman. Maka pesan-pesan beliau kepada umatnya tentang Dajjal sedemikian banyak bertebaran pada hadits-hadits yang berbicara tentang fitnah. Banyaknya riwayat tersebut menunjukkan agar perhatian umat Muhammad SAW kepada Al-Masih Dajjal banyak dicurahkan untuknya, meski bukan berarti melupakan lainya. Sebagai bukti , bahwa setiap hari kita tidak boleh melupakan – dan harus menyebut nama Dajjal- adalah perintah Rosulullah SAW untuk memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal pada setiap akhir shalat (sebelum salam ) dengan do’a : Allohumma Innii anguudzubika min ‘adzaabil qobri wa anguudzubika min fitnatil masiihid Dajjaali , yang artinya : Ya Allah , aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al- Masih Dajjal..”. Dibuku lain Syekh Kamil Muhammad Uwaidah (1998;677) memberi saran agar terhindar dari fitnah Dajjal , beliau menyampaikan hadits dari Abu Darda riwayat Muslim, Annasa’i dan Attirmidzi : ”Man Qoroa tsalaatsin aayaatin min awwalil kahfi ngushifa min fitnatiddajjaali “ yang artinya barang siapa membaca tiga ayat dari awal surat Al Kahfi, maka ia akan dilindungi dari fitnah Dajjal.

Semoga tulisan sederhana penuh kekurangan ( jika ingin melengkapi perlu ditindak lanjuti dengan membaca beberapa referensi yang terkait dengan berita akhir zaman ) dapat memberikan manfaat sebagai bagian  bekal menghadapi hari kiamat yang memang pasti datang . Kedatanganya    kian hari  kian dekat , Abu Fatiah Al-Adnani (2008;18) menggambarkan bahwa Rosululloh SAW yang hidup lebih 1400 tahun yang lalu  mengatakan bahwa jarak diutusnya  beliau SAW dengan kiamat seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah, bahkan  beliau sendiri sangat takut jika kiamat mendahuluinya . Lalu bagaimana dengan zaman kita yang sudah semakin jauh dari zaman beliau? Tentunya-secara pasti- jarak kita dengan kiamat lebih dekat dari jarak beliau . Demikian ditegaskan. Waallahu ‘Alamu Bisshowab.

 

KajianPustaka :

Ainur Rofiq, Suara Hidayatullah, Lentera Jaya Abadi, Surabaya, 2010

Abu Fatiah Al-Adnani. Dajjal ‘ sudah’ muncul dari Khurasan, Granada Mediatama,solo,2008

Depag, Al Qur’an terjemahan Bhs. Indonesia, Menara Kudus, Kudus, 2007

Syaih Kamil Muhammad Uwaidah/diterjemah M. Abdul Ghaffar E.M Al Jami’ Fii Fiqhi An-Nisa’/Fiqih Wanita, Pustaka Al Kautsar, Jakarta Timur, 1998.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas